Museum Pos Indonesia

Museum Pos Indonesia

 
Museum Pos Indonesia merupakan salah satu jenis museum yang ada di Kota Bandung. Museum Pos Indonesia berada di sebelah timur Gedung Sate dan besampingan dengan Kantor Pusat PT. POS Indonesia. Tepatnya Jalan Cilaki No. 73 Bandung – 40115, Jawa Barat, Indonesia. Museum buka setiap hari (dari Hari Senin sampai Hari Minggu) dari jam 09.00 sampai 16.00 WIB, museum tutup pada hari libur nasional.

Pada tahun 1920 Museum POS Indonesia dibangun, orang yang merancang gedung bernama J. Berger dan Leutdsgeboulwdienst, dengan gaya arsitektur Italia. Tahun 1933 Museum Pos Indonesia bernama Museum POS Telegrap dan Telepon atau disebut juga PTT. Dan pada waktu Perang Dunia Ke II hingga masa Jepang ada di Indonesia tahun 1942 museum tidak terurus. Bahkan pada saat revolusi kemerdekaan hingga akhir tahun 1979 masih tidak terawat. Di awal tahun 1980 membuat panitia untuk merevitalisasi museum agar berfungsi kembali untuk memamerkan koleksi benda-benda pos dan telekomunikasi.

Koleksi Museum Pos Indonesia tidak semata-mata haya di benda-benda pos dan telekomunikasi saja, melaikan memamerkan buku-buku, peralatan pos, visualisasi dan diorama kegiatan pengeposan. Keistimewaan dari Museum Pos Indonesia yaitu sekitar 50 ribu lembar Perangko dari 178 negara dari tahun 1933 sampai sekarang. Perangko pun diletakkan didalam lemari kaca yang disebut vitrin. Lemari kaca yang dilengkapi dengan sistem keamaan betupa palang besi dan kunci. Mengapa dilakukan demikian? Karena koleksi Perangko yang ada di museun ini sangat berharga, jika dirupiahkan bisa mencapai milyaran rupiah.

Pada saat kita berkunjung ke Museum Pos Indonesia kita disambut dengan perlengakapan baju zama kolial belanda, selain itu yang paling menarik perhatian adalah adanya patung tokoh POS Indonesia yaitu Mas Soeharto merupakan tokoh yang di culik oleh Belanda.
Di Museum Pos Indonesia terdapat juga lukisan perangko yang bernama The Penny Black, yang di gambar oleh Ratu Victoria dan diterbitkan pada tahun 1840. Disini juga di pajang gambar orang yang membuat Perangko Sir Rowland dari Dinas Perpajakan Inggris.

Fasilitas yang tersedia di gedung Museum Pos Indonesia. Ada ruang pamer tetap, ruang perpustakaan, gudang koleksi, bengkel atau tempat reparasi benda-benda yang ada di museum yang rusak.
Dengan berkunjung ke Museum Pos Indonesia kita bisa mengetahui sejarah dan mengenal kembali peralatan POS yang ada, dan mungkin pada zaman sekarang jarang digunakan oleh orang banyak bahkan telah dilupakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar